Kamis, 12 Januari 2012

DAFTAR HARGA BIBIT BUAH

DAFTAR HARGA BIBIT BUAH- BUAHAN TROPIS
“pilihan tepat investasi masa depan dengan harga grosir dapatkan produk dalam jumlah partai maupun eceran”
“NATURAL AGRO NUSA”
Contoh label produk untuk  2012
NO
JENIS TANAMAN
UKURAN HARGA PERBATANG
30-70 CM
100-125 CM
150-200 CM





1.
KELENGKENG




PINGPONG
20.000
50.000
100.000

DIAMON REVER
20.000
50.000
100.000

KRISTALIN
20.000
50.000
100.000

AROMA DURIAN
20.000
50.000
100.000





2.
DURIAN




ONTONG
10.000
45.000
100.000





3.
MANGGA




GADUNG 10.000
25.000
-

LALI JIWO
10.000
25.000
-

OKYONG
15.000
30.000
-





4.
RAMBUTAN




BINJEI
10.000
20.000
-

LEBAK BULUS 10.000 20.000
-





5.
SAWO




SAWO JUMBO
30.000
-
-

SAWO LOKAL
10.000
25.000
-





6.
BLIMBING BANGKOK MERAH
10.000
25.000
-





7.
JAMBU BIJI




GETAS MERAH
15.000
25.000
-

SUKUN 15.000 25.000
-





8.
JAMBU JAMAIKA
25.000
45.000
-





9.
JAMBU AIR




CITRA
25.000
45.000
-





NO
JENIS TANAMAN
UKURAN HARGA PERBATANG
30-40 CM
40-75 CM
100-125 CM





10.
JERUK




JERUK PURUT
17.500
-
-

JERUK SIEM
17.500
-
-

JERUK BALI
17.500
-
-

JERUK NIPIS
17.500
-
-





11.
DUKU
10.000
25.000
-





12.
ALPUKAT
15.000
-
-





13.
PUTSA/APEL INDIA
15.000
-
-





14.
MATOA
25.000
-
-





15.
NANGKA OKULASI
25.000
-
-





16.
BUAH TIN
45.000
-
-





17.
MANGGIS




MANGGIS SELLING
15.000
25.000
-

MANGGIS SAMBUNG
25.000
45.000
-





18.
SIRSAT SELLING
5.000
-
-





19.
JATI
-
-
-





20.
MAHONI
-
-
-





21.
SENGON
2.000
-
-





22.
JABON
2.000
-
-
 23 bibit lain-lain yang belum tercantum dalam daftar ini dapat dipesan dan akan kami sediakan sesuai kesepakatan ukuran dan harga dipasaran.


Pengajuan Penawaran harga per 11 Januari 2012
Harga sewaktu-waktu bisa berubah tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu
Ukuran menyesuaikan harga danstok yang ada silahkan hubungi kami di  CONTACT PERSON 081 335 669 811.
Kediri, 11 Januari 2012
OWNER NATURAL AGRO NUSA
          TTD
RINO AQIB SUWITO

peranan pestisida nabati


PERANAN PESTISIDA ORGANIK DALAM PENGENDALIAN OPT
Masalah pencemaran lingkungan kini merupakan ancaman dalam dunia pertanian maupun kesehatan dan lainnya. Maka dari pada itu memanfaatkan tanaman biofarmaka/ tanaman obat yang menjadi bahan dasar dalam pembuatan pestisida nabati/organic sangat menguntungkan, dikarenakan produk ini aman dikonsumsi, kelestarian lingkungan terjaga, pengolahanya mudah, bahan banyak tersedia dilingkungan sekitar. Dan dapat menambah manfaat kegunaan bahan-bahan tersebut (bahan organic). Dan dapat menekan penggunaan pestisida kimia. Penggunaan bahan organic dalam pembuatan pestisida organic/biopestisida untuk mengendalikan OPT sangat potensial. Namun masih disayangkan masih jarang digunakan oleh petani. Padahal penggunaan pestisida organic ini untuk mengendalikan OPT sangat menguntungkan dibanding menggunakan pestisida kimia/sintetis.
Adapun keuntungan dan kekurangan menggunakan pestisida organic adalah sebagai barikut:
  1. Produk tanaman lebih aman untuk dikonsumsi jangka panjang.
  2. kelestarian lingkungan dan system produksi pertanaman yang brkelanjutan lebih terjamin.
  3. senyawa botani dalam pestisida nabati mudah sekali terdegradasi oleh cahaya,air dan kelembaban yang tinggi,sehingga perlu aplikasi lebih sering dan tepat waktu dan sasaran.
  4. senyawa botani ini lebih cepat menghentikan serangga untuk memakan tanaman dan menyebabkan muntah dan paralysis, tetapi dapat menyebabkan seragga tidak mati dalam waktu beberapa jam atau hari.
  5. pembuatanya tidak praktis,tidak tahan lama dalam penyimpanan,dan belum tentu bahannya ada waktu dibutuhkan.
Apalagi Indonesia memiliki jenis tanaman obat tidak kurang dari 7.000 spesies, dan baru sekitar 300 (4,5%) spesies yang telah diolah dan dimanfaatkan , dimana dari 300 spesies itu baru sekitar 50 jenis tanaman yang dibudidayakan,sedang selebihnya masih didapatkan/dipanen dari alam. Disamping itu masalah OPT dalam pertanian terutama dalam pertanian organic menjadi hal yang sangat diperhatikan, karena mengingat dalam pertanian organic dilarang menggunakan pestisida kimia/sintetik . padahal telah diketahui bahwa terdapat juga sekitar 2.000 macam gulma yang mempengaruhi produksi tanaman, karena bersaing dalam hal air, nutrisi, dan cahaya. Selain itu terdapat sekitar 10.000 spesies serangga yang berstatus sebagai hama berbagai tanaman dan sekitar 14.000 species jamur yang berpotensi sebagai penyebab penyakit dari berbagai tanaman budidaya. Selama enam decade ini, pestisida telah dianggap sebagai penyelamat produksi tanaman selain kemajuan dalam bidang pemuliaan tanaman. Dengan demikian, untuk tujuan pengendalian OPT pada pertanian organic perrlu dikembangkan pestisida organic sebagai pengganti pestisida kimia/sintetik. Apa saja macam pestisida tersebut dan bagaimana peranannya dalam pengendalian OPT yang dijelaskan diatas.
Jenis OPT dan jenis Tanaman yang digunakan untuk pestisida nabati.
No
Jenis Tanaman
Bagian Tanaman
Untuk mengendalikan OPT sasaran
1
Pacar Cina
Daun,built batang,biji dan bunga
Hama ulat krop kubis
2
Bengkuang
Biji
Ulat krop kubis,nezara piridula,pluttela xylostela,spodoptera litura
3
Mamba
Biji dan Daun
Penghisap polong kedelai,busuk daun/[angkal batang pada horti
4
Cengkih
Biji dan Daun (bunga)
Busuk daun/pangkal batang,lalat buah
5
Sirsak
Biji dan Daun
Belalang,trips pada cabai,kutu daun kentang,wereng coklat
6
Srikaya
Biji
Hama gudang
7
Tembakau
Daun dan Batang
Kutu,nematoda,hama gudang,nyamuk
8
Serai Wangi
Daun dan Batang
Hama gudang
9
Gadung
Umbi
Tikus dan babi hutan
10
Sembung
Daun
Siput,hama gudang
11
Tuba
Akar Segar
Keong mas
12
Jarak
Daun dan Biji
Nematode,cendawan,hama yang ada dalam tanah
13
Kecubung
Daun dan Biji
Hama daun kelapa,tikus
14
Patah Tulang
Daun
Moluskasida
15
Tefrosia
Daun
Moluskasida
16
Babandotan
Daun,Bunga,Akar,Batang
Insektisida
17
Lempuyung Gajah
Rimpang
Insektisida
18
Lempuyung Emprit
Rimpang
Insektisida
19
Salam
Daun
Perangsang tumbuh
20
Malaleuka
Daun
Pemikat
21
Jeringau
Rimpang
Insektisida
22
Bitung
Biji
Insektisida
23
Piretrum
Bunga
Insektisida
24
Legundi
Daun
Insektisida
25
Bawang Putih
Umbi
Non-toksin pada collosobructus analis
26
Nilam
Daun
Insektisida
27
Saga
Biji
Insektisida
28
Kipahit
Daun
Penolak
29
Kmbng.sungsang
Akar
Non-toksin pada collosobructus analis
30
Secang
Daun,Bunga,Biji
Insektisida
31
Brotowali
Batang
Insektisida
32
Aglaia
Daun
Insektisida
33
Mete
Kulit Biji
Insektisida
34
Kunyit
Rimpang
Non-toksin pada mus musculus
35
Senggugu
Daun
Non-toksin pada mus musculus
Sumber: Kardinan, A. 1999. Pestisida Nabati, Ramuan dan aplikasi. PT Penebar Swadaya, Jakarta.
Adapun beberapa jenis OPT yang dapat dikendalikan dengan pestisida nabati antara lain adalah:
(1) Hama Secara Umum
(2) Hama Trips pada Cabai
(3) Hama Belalang danUlat
(4) Hama Wereng Coklat dan Pengerek Batang
(5) Hama dan Penyakit pada Tanaman Bawang Merah
(6) Hama Tikus
Sedang jenis tanaman tergantung dari jenis OPT yang menyerang tanaman tersebut:
(1). Hama Secara Umum
Siapkan daun mimba (azadirachta indica) 8 Kg, Lengkuas 6 Kg, Serai 6 Kg,Diterjen atau Sabun colek 20 Gram, dan air 80 Liter. Bagian tanaman ini ditumbuk halus kemudian dicampur diterjen/sabun colek. Setelah itu masukkan air 20 liter dan diaduk sampai rata. Adonan ini didiamkan hingga 24 Jam kemudian disaring dengan kain halus dan hasil saringannya diencerkan dengan 60 liter air. Larutan ini sudah dapat diaplikasikan untuk mengendalikan hama seluas ± satu hektar lahan tanaman.
(2). Hama Trips pada cabai
Daun sirsak (annona mmuricata) 50-100 lembar setelah ditumbuk halus kemudian dicampur dengan 15 gr diterjen/sabun colek. Masukkan aair 5 liter dan diaduk sampai rata. Setelah didiamkan sselama 24 Jam kemudian saring dengan kain halus. Apabila larutan akan digunakan, setiap liter larutan dapat diencerkan menjadi 10-15 liter air kemdian disemprotkan keseluruh bagian tanaman yang terserang hama Trips.
(3). Hama Belalang dan Ulat
Dain sirsak (annona muricata) 50 lembar dan daun tembakau (nikotiana tabacum) satu gengam ditunbuk halus. Setelah itu, ditambahkan so gram ditrjen/sabun colek dan 20 liter air, kemudian diaduk sampai rata. Setelah adonan ini didiamkan/diendapkan selama 2 4 jam kemudian disaring dengan kain halus. Jika larutan tersebut akan digunakan,encerkan dulu dengan 50-60 liter air lalu semprotkan pada tanaman yang terserang hama belalang dan ulat.
(4). Hama Wereng Coklat, Penggerek Batang dan Nematoda
Caranya,50 gram biji mimba (Azadirachta indica) ditumbuk halus dan diaduk dengan 10 cc alcohol kemudian diencerkan dengan 1liter air. Setelah dibiarkan selama 24 jam dan disaring dengan kain halus kemudian disemprotkan pada tanaman yang diserang hama Wereng Coklat, Penggerek batang dan atau Nematoda.
(5). Hama dan Penyakit pada tanaman Bawang Merah
Daun mimba 1kg dan 2 buah umbi gadung setelah ditumbuk halus,tambah sedikit diterjen/sabun colek dan diaduk sampai rata. Tambah 20 liter air dan endapkan selama 24 jam kemudian disaring. Larutan ini siap disemprotkan pada tanaman bawang merah yang tersrrang hama.
Penyakit yang menyerang tanaman bawang merah bisa juga dikendalikan denga limbah daun tembakau sebanyak 200 Kg (untuk 1 hektar tanaman bawang merah). Caranya, limbah daun tembakau ini dihancurkan /ditumbuk halus dan ditaburkan bersama dengan waktu pemupukan. Limbah daun tembakau ini cukup efektif untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh Jamur, Bakteri dan Nematoda.
(6). Hama tikus
Untuk mengendalikan tikus siapkan 1 Kg umbi Gadung Racun (Dioscorea hispida), 10 Kg dedak padi, 1 Ons tepung ikan, Kemiri sedikit dan air secukupnya. Umbi gadung yang sudah dikupas ditumbuk sampai halus, kemudian semua bahan dicampur jadi satu sambil diaduk sampai rata hingga berbentuk pellet. Pellet ini disebar dipematang sawah tempat tikus bersarang.

BIBIT BUAH

KUNJUNGI WEBSITE PENJUALAN DAN PENAWARAN KAMI DI :

www.naturalagronusa.wordpress.com




BIBIT BUAH


http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=6101630326901004253



Senin, 19 April 2010




I. DODOL SIRSAT


Bahan :
1 kg Sirsat Rp 2.000,00
(dimasak dan dihilangkan isinya)
800 gr Gula Pasir Rp 8.000,00
1 sachet Susu Kental Rp 1.500,00
1 sdm Mentega Rp 500,00

Cara Pembuatan :
1. Campur semua bahan, aduk dengan tangan sampai
rata atau homogen.
2. Masak dengan menggunakan wajan dan mengguna-
kan api yang sedang, sambil diaduk terus, sampai-
matang.
3. Siapkan loyang atau lengser, masukkan adnan yang
sudah matang ke dalam loyang.
4. Dalam keadaan hangat, iris2 menurut selera
5. Bungkus dengan plastik
6. Kemas dan siap dipasarkan.








II. BIKA SIRSAT KEDIRI


Bahan :
Adonan I :
1 sdm Tepung Terigu Rp 150,00
1 bungkus Ragi Instan Rp 2.000,00
1 sdm Gula Pasir Rp 200,00
Semua bahan campur menjadi satu, aduk rata dan
Diamkan 15 menit

Adonan II :
20 gr Tepung Tapioka Rp 100,00
300 gr Gula Pasir Rp 3.000,00
350 cc Santan kental direbus Rp 2.500,00
10 butir kuning telur Rp 8.500,00
5 butir putih telur
1 gr vanili Rp 300,00
100 gr Tepung Terigu Rp 850,00
250 gr Buah Sirsat Rp 500,00
100 gr Tepung Mocap Rp 500,00

Cara Pembuatan :
1. Campur Tepung Terigu, Tepung Mocap, Tepung
Tapioka, Vanili, dan Gula Pasir. Aduk rata.
2. Masukkan santan kental, adonan I dan telor satu persatu.
Sambil di aduk searah hingga homogen.
3. Untuk mendapatkan campuran yang rata atau homogen
adonan disaring.
4. Diamkan selama 2-3 jam,kemudian cetak dan sajikan.


Harga Jual = 1.000,00/buah




III. PIA SIRSAT


Bahan Isi :
200 gr kacang hijau kupas Rp 4.000,00
1 buah sirsat RP 2.000,00
150 gr gula pasir Rp 1.500,00
10 gr vanili bubuk Rp 300,00
½ sdt garam Rp 5,00

Bahan Kulit :
400 gr tepung terigu Rp 2.600,00
100 gr tepung mocap Rp 500,00
150 gr gula pasir Rp 1.500,00
125 gr mentega putih Rp 1.500,00
125 gr mentega kuning Rp 1.500,00
125 ml air Rp 250,00
½ sdt garam Rp 5,00

Cara Pembuatan :
Isi : Kacang hijau direndam ± 4 jam. Setelah itu-
dikukus sampai masak, dinginkan. Campur gula,
vanili, garam. Dan haluskan.Bentuk bulat-bulat.

Kulit : Campur semua bahan kulit jadi satu. Uleni sampai
kalis. Bagi beberapa bagian bulatan.

Kemudian kulit yang sudah jadi diisi dengan bulatan isi yang
sudah masak. Taruh diatas loyang, Lalu olesi atasnya dengan
kuning telur.Oven sampai kecoklatan. Dan siap disajikan.

Harga Jual = Rp 6.000,00/cup (isi 10 butir)








IV. SUWAR-SUWIR SIRSAT


Bahan :
1 kg sirsat Rp 2.000,00
800 gr gula pasir Rp 8.000,00
1 sachet susu Rp 1.500,00
½ sdt garam Rp 5,00

Cara Pembuatan :
1. Sirsat dibersihkan dan dihilangkan isinya, dan haluskan
2. Campur dengan gula, susu, dan garam
3. Dimasak diatas api sedang sampai masak
4. Cetak dalam Loyang, setelah agak dingin diiris-iris sesuai
selera
5. Siap dikemas dan disajikan

Harga jual = Rp 5.000,00/bungkus
















V. ONBEYTKUK SIRSAT



Bahan :
50 gr tepung mocap Rp 250,00
75 gr tepung terigu Rp 600,00
1 sdt vanili Rp 300,00
175 gr gula merah Rp 1.500,00
6 butir telur Rp 5.000,00
2 sdt bubuk keningar Rp 500,00
50 gr gula pasir Rp 500,00
Kenari secukupnya Rp 500,00

Cara Pembuatan :
1. Campurkan tepung mocap, tepung terigu, vanili, dan bubuk
keningar hingga merata.
2. Kocok telur dan gula pasir dengan kecepatan tinggi hingga-
putih.
3. Tambahkan gula merah yang telah diiris tipis, sambil terus-
dikocok.
4. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit sambil-
terus diaduk dengan kecepatan rendah.
5. Masukkan dalam loyang yang telah diolesi margarine dan-
ditaburi tepung.
6. Masukkan pada oven hingga matang, dengan api sedang.
7. Potong sesuai selera, dan sajikan.

Harga Jual = Rp 14.000,00











VI. SARI KEDELAI RASA SIRSAT



Bahan :
1 kg Kedelai Rp 8.000,00
1 kg Sirsat Rp 2.000,00
1 kg Gula Pasir Rp 10.000,00
10 lt Air Bersih Rp 5.000,00
1 sdm Garam Rp 5,00

Cara Pembuatan :
1. Rendam Kedelai 4-5 jam
2. Rebus Kedelai setengah masak ± 20 menit
3. Kemudian di remas-remas agar terkelupas kulit arinya,
dan dibuang kulit arinya
4. Giling hasil remasan kedelai sampai lembut
5. Lalu saring dengan kain saringan
6. Rebus dan tambahkan gula, garam, sirsat (yang sudah
dihaluskan) hingga suhu 95°C
7. Siap disajikan baik hangat maupun dingin


Harga Jual = Rp 1.000,00/bungkus













RESEP
Aneka Olahan Sirsat



oleh RINO AQIB SUWITO